Pemimpin Serba Bisa, Asal Jangan Suruh Baca
Di zaman ketika semua orang ingin jadi pemimpin, buku justru makin kehilangan tempat. Tak heran jika hari ini kita dikelilingi banyak pemimpin—dari pemimpin negara, organisasi, lembaga, perusahaan, sampai grup WhatsApp keluarga—yang berbicara lantang, tampil percaya diri, tapi ketika ditanya “apa yang terakhir Anda baca?”, jawabnya tidak jauh dari caption motivasi dan quote dari akun Instagram bertema sukses. Mereka menyusun strategi organisasi seperti menyusun feed sosial media: penuh warna, cepat, dan harus menarik mata. Visi misi diganti jargon, nilai-nilai ditumpuk dalam slogan, dan rencana kerja disingkat dalam bentuk presentasi animasi. Hebat, bukan? Bahkan kadang kita dibuat kagum: betapa seseorang bisa memimpin tanpa perlu tahu apa-apa. Namun, seperti kata Pramoedya Ananta Toer dalam “Bumi Manusia”, "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis dan membaca, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah." Sayangnya, banyak pemimpin masa kini tidak te...