Pemadaman Listrik di Kerinci, Taktik Marketing atau Kebetulan Janggal?
Pemadaman listrik di Kerinci dan Sungai Penuh akibat robohnya tower menimbulkan banyak tanda tanya. Kejadian ini terasa janggal, terutama karena tidak ada cuaca ekstrem yang bisa menjelaskan keruntuhan tersebut. Banyak yang mulai berspekulasi: apakah ini memang kebetulan, atau justru sebuah taktik marketing untuk PLTA Kerinci Merangin Hidro yang akan beroperasi akhir 2025? Jika dilihat dari sudut pandang provokatif, bisa jadi pemadaman ini adalah cara untuk memaksa masyarakat menyadari betapa rentannya pasokan listrik yang ada. Dengan situasi yang mengganggu ini, masyarakat mungkin akan lebih mendukung proyek PLTA yang dijanjikan sebagai solusi masa depan. Apakah ini strategi licik untuk menciptakan ketergantungan pada proyek yang belum terbukti? Namun, memanfaatkan kesulitan masyarakat demi kepentingan bisnis adalah tindakan yang sangat tidak etis. Pemadaman listrik yang tidak terduga dan berkepanjangan dapat merusak kehidupan sehari-hari dan ekonomi lokal. Pihak-pihak yang terlibat h...