Elitisme Informasi: Ancaman Media Berbayar bagi Demokrasi

 

Elitisme Informasi: Ancaman Media Berbayar bagi Demokrasi

Media online yang hanya melayani pelanggan yang membayar adalah bentuk elitisme informasi yang berbahaya. Dalam masyarakat yang seharusnya mengedepankan kesetaraan, model bisnis ini menciptakan jurang yang lebih dalam antara mereka yang mampu dan tidak mampu membayar. Ini bukan sekadar masalah akses, tetapi juga tentang siapa yang memiliki suara dalam pembentukan opini publik.

Dengan membatasi akses hanya kepada yang mampu membayar, media berkontribusi pada pembentukan gelembung informasi. Hanya perspektif tertentu yang diangkat, sementara suara-suara yang berbeda terpinggirkan. Apakah kita benar-benar ingin hidup dalam dunia di mana hanya pandangan yang sesuai dengan dompet kita yang didengar? Ini adalah langkah mundur bagi demokrasi dan keadilan sosial.

Lebih jauh lagi, model ini dapat memicu pengabaian terhadap tanggung jawab moral media untuk mendidik masyarakat. Dalam era di mana berita palsu merajalela, informasi yang berkualitas seharusnya menjadi hak semua orang, bukan hanya hak istimewa segelintir orang. Media seharusnya berfungsi sebagai pilar masyarakat, bukan sekadar bisnis yang mencari keuntungan.

Jika kita membiarkan tren ini berlanjut, kita secara tidak langsung menyetujui gagasan bahwa hanya yang membayar yang berhak mendapatkan informasi. Mari kita berjuang untuk media yang inklusif, di mana semua orang memiliki akses ke kebenaran, bukan hanya mereka yang memiliki uang. 

23 Februari 2025

RANDI DPR

Komentar

populer minggu ini

Transparansi dan Keadilan pada Program KIP Kuliah

Diamnya Mahasiswa: Apatisme atau Ketakutan di Tengah Kontroversi UU TNI?